TENTANG KECEMASAN KLIEN SAKIT



1.a. Kecemasan berhubungan dengan ketidakberdayaan

Tujuan : Kecemasan klien teratasi dengan kriteria :

Intervensi
Rasional
1.    Kaji tingkat kecemasan


2.    Kaji pola tidur klien


3.    Motivasi suami dan keluarga memberi support klien


4.    Anjurkan klien untuk mendekatkan diri pada Allah
1.      Perawat memperoleh informasi sampai dimana tingkat kecemasan.
2.      Ganguan pola tidur yang disebabkan oleh beberapa pikiran yang dialami.
3.      Support dari suami dan keluarga memberi semangat bagi ibu menjalani masa persalinan dan nifas.
4.      Klien merasa tenang dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.


1.b.        Produksi ASI tidak efektif berhubungan dengan kurangnya kontraksi otot-otot payudara
Tujuan :   Klien akan mengungkapkan produksi ASI keluar dengan lancar, konsistensi payudara lunak.


Intervensi
Rasional
1.    Lakukan perawatan payudara


2.    Anjurkan klien untuk sering menyusui bayinya




3.    Ajarkan pada klien cara menyusui yang benar
4.    Anjurkan pada klien untuk melakukan perawatan payudara sendiri
5.    Anjurkan pada klien untuk memakai BH yang dapat menahan payudara dengan baik.
5.1.      Perawatan payudara akan merangsang hypofise anterior untuk mengeluarkan prolaktin sehingga ASI dapat diproduksi.
5.2.      Isapan bayi pada puting susu akan memberikan rangsangan pada puting susu sehingga merangsang hypofise anterior untuk mengeluarkan prolaktin guna memproduksi ASI.
5.3.      Meningkatkan pengetahuan klien di dalam menyusui bayinya
5.4.      Klien dapat mandiri dan produksi ASI tetap lancar.

5.5.      BH yang baik dapat mencegah payudara menjadi kendor sehingga akan cepat menggantung.




1.c.        Gangguan pola tidur berhubungan dengan rasa nyeri terus menerus
Tujuan :   Klien akan mengungkapkan pola istirahat tidur yang terpenuhi dengan kriteria klien dapat tidur dengan nyenyak, klien tidak mudah terbangun, konjungtiva tidak anemis.
Intervensi
Rasional
1.    Kaji pola tidur klien


2.    Beri kegiatan yang dapat merangsang tidur
3.    Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman
1.    Mengetahui kebiasaan tidur klien sebagai pedoman untuk intervensi selanjutnya.
2.    Dengan kegiatan tersebut dapat tidur dengan nyenyak.
3.    Lingkungan yang tenaga dan nyaman memberikan kemudahan pada klien untuk tidur dan istirahat.

1.d.        Personal hygiene kurang berhubungan dengan keterbatasan gerak
Tujuan :   Klien akan mengungkapkan personal hygiene terpenuhi dengan kriteria klien nampak bersih dan rapi intervensi dan rasional




Intervensi
Rasional
1.     Kaji tingkat ketergantungan klien


2.     Mandikan klien



3.     Lakukan vulva hygiene






4.     Anjurkan klien untuk membersihkan diri setiap hari
1.    Ketergantungan fisik menyebabkan klien di dalam memenuhi kebutuhan harus dibantu.
2.    Membantu klien di dalam memenuhi kebutuhannya dan memberikan rasa nyaman pada klien.
3.    Vulva hygiene akan mencegah berkembang biaknya kuman-kuman yang dapat menyebabkan terkontaminasi oleh kuman dan mengakibatkan kuman masuk ke dalam serviks yang dalam keadaan dilatasi.
4.    Meningkatkan tingkat kemandirian klien di dalam merawat dirinya serta memperlancar sirkulasi darah sehingga klien merasa nyaman.


  1. Implementasi
Pemberian tindakan keperawatan (implementasi) berdasarkan pada rencana tindakan.
  1. Evaluasi
Adapun kriteria hasil yang perlu dikaji adalah :
5.a.        Nyeri berkurang dan dapat di atasi
5.b.        Infeksi tidak terjadi
5.c.        Pola tidur dapat teratasi
5.d.        Klien dapat mempertahankan kebersihan diri
5.e.        Eliminasi BAB teratasi
5.f. Kurangnya cairan tidak terjadi
5.g.        Klien percaya diri dan peningkatan harga diri
5.h.       Produksi ASI efektif dan lancar.

0 Response to "TENTANG KECEMASAN KLIEN SAKIT"

Post a Comment