CARA PEMUATAN EKSTRAK MENGKUDU

  Pembuatan ekstrak mengkudu
Buah mengkudu segar diiris-iris dengan pisau, dihaluskan dengan blender. Kemudian buah mengkudu dimaserasi dengan etanol 96 % sampai semuanya terendam. Diaduk sekali-sekali dan dibiarkan selama 5 hari kemudian disaring dan ampasnya dimaserasi lagi. Perlakuan ini dilakukan secara berulang sebanyak tiga kali yang masing-masingnya selama 5 hari. Semua filtrat disatukan, kemudian didestilasi vakum dan hasil destilat dikentalkan dengan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental (Nasir,SM,1998)

     Perencanaan dosis
A.                            Aloksan 150 mg/kg BB
B.                             Ekstrak mengkudu 500 mg/kg BB/hari
4.6.5.   Perlakuan pada hewan coba
12 ekor tikus yang mempunyai kadar gula darah puasa normal dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :
·    Kelompok I (Kontrol negatif) tikus tidak diinduksi  aloksan dan tidak diberi ekstrak mengkudu hanya diberi makan dan minum.
·    Kelompok II (Kontrol positif) tikus diinduksi aloksan secara intraperitoneal dengan dosis 150 mg/kg BB dan tidak diberi ekstrak mengkudu
·    Kelompok III (Perlakuan) tikus diinduksi aloksan secara intraperitoneal dengan dosis 150 mg/kg BB dan diberi ekstrak mengkudu secara oral dengan dosis 500mg/kg BB
Khusus untuk kelompok II dan III beberapa hari setelah penginduksian aloksan segera dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah karena pemberian ekstrak mengkudu dilakukan jika kadar glukosa darah tikus di atas 200 mg/dl (5 –6 hari). Ekstrak mengkudu yang diberikan mempunyai dosis 500 mg/kg BB per oral selama 12 hari (Kelompok III). Sedangkan untuk pengukuran kadar MDA darah dan uji aktivitas katalase dilakukan pada hari terakhir penelitian.

4.2.      Kerangka Operasional Penelitian

4.3.      Pemeriksaan Kadar MDA Darah
Pemeriksaan kadar MDA darah menggunakan metode Placer, Cusman, dan Johnson dengan uji Thio Barbiturat Acid (TBA) dan pembacaannya dengan menggunakan Spektrofotometer “Spectronic 21” pada panjang gelombang 532 nm .Cara Kerja :
1.      Ambil darah tikus 5 cc kemudian sentrifugasi selama 15 menit (1000 rpm).
2.      Serum sampel dipipet 1 cc dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi 10 ml.
3.      Tambahkan 100 ml TCA 100 %, lalu divortex.
4.      Tambahkan 250 mL HCL 1 M, lalu divortex dan sentrifugasi selama 15 menit (500 rpm).
5.      Ambil supernatannya dan tambahkan Na-Thio 100 ml, lalu divortex.
6.      Kemudian masukkan ke dalam water bath 100 derajat Celcius selama 20 menit.
7.      Angkat dan biarkan dingin dalam suhu kamar.
8.      Baca dengan spektrofotometer “Spectronic 21” pada panjang gelombang 532 nm.
4.4.            Uji Aktivitas Katalase
Uji ini disebut metode Kalorimetrik dengan menggunakan warna sebagai indikator .
Satu unit aktivitas katalase dinyatakan sebagai banyaknya HO (dalam mikromol) yang dihancurkan oleh katalase per menit dalam tiap 1 mg/ml protein.
Reagen :
·    Campuran 50 ml Potassium dichromate 5 % dengan 150 ml Asetat glacial
·    HO 0,2 M
·    250 ml Buffer Phospat pH 7 dengan konsentrasi 0,01 M
Pembuatan Kurva Standar :
Isilah 9 tabung dengan HO dengan jumlah yang berbeda-beda (10 sampai 160 micromol). Pada tiap tabung ditambahkan 2 ml dichromate/asetat glacial, bila terbentuk presipitat biru maka lakukan hal berikut :
1.      Panaskan tiap tabung selama 10 menit di dalam air mendidih pada water bath untuk mendekomposisi presipitat biru hingga muncul warna hijau dari chromic asetat.
2.      Dinginkan pada suhu kamar, dan tambahkan pada tiap tabung HO hingga volumenya mencapai 3 ml.
3.      Pindahkan 3 ml larutan tersebut ke dalam cuvete dan ukur absorbannya pada panjang gelombang 570 nm. Ulangi pada lima tabung lainnya.
4.      Gunakan data tersebut untuk membuat grafik dengan absorban pada sumbu Y dan konsentrasi HO pada sumbu X
Pengujian :
1.      Masukkan 800 mikromol (0,0008 mol) HO ke dalam tabung. Ini sama dengan 4 ml larutan HO0,2 M
2.      Tambahkan 5 ml buffer Phospat
3.      Tambahkan 1 ml serum dan homogenkan dengan perlahan.
4.      Ambil 1 ml dari hasil reaksi ini, dan tambahkan ke dalam 2 ml dichromate/asetat glacial. Dengan tabung yang berbeda ulangi prosedur ini dengan interval 60 detik.
5.      Panaskan tabung selama 10 menit pada air mendidih untuk menghilangkan presipitat biru dan menghasilkan larutan hijau.
6.      Ukur absorban pada panjang gelombang 570 nm.
7.      Gunakan kurva standar untuk menentukan berapa banyak HO yang tersisa di dalam serum saat reaksi dihentikan oleh asam asetat.
8.       Setelah didapatkan jumlah H2O2 (mikromol) yang tersisa, maka untuk mendapatkan berapa banyak H2O2 yang telah dihancurkan oleh katalase adalah: H2O2 yang direaksikan (800 mikromol)-H2O2 yang tersisa.
9.       Aktivitas katalase (unit/mg) = H2O2 yang dihancurkan katalase/menit
                                                                                         Kadar Protein serum (mg/ml)
Penentuan Kadar Protein
1.      Masukkan 0,005 ml serum ke dalam tabung reaksi.
2.      Tambahkan 3 ml larutan Kingsley dan homogenkan dengan perlahan dan dibiarkan pada suhu kamar selama 15 menit.
3.      Setelah 15 menit, baca absorbannya pada panjang gelombang 536 nm.
4.      Lakukan juga prosedur ini pada serum standar yang telah diketahui kadar proteinnya sebagai perbandingan.
5.      Absorban yang didapat dimasukkan ke dalam rumus :
Kadar protein sampel = A sampel x Kadar protein standar (mg/ml)
                                      A standar                                                           
4.5.            Pengolahan dan Analisa Data
Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan Anova dengan derajat kepercayaan 95 %. Jika terdapat perbedaan bermakna antara ketiga kelompok perlakuan (p< 0,05), maka dilanjutkan dengan Post Hoc Test.

0 Response to "CARA PEMUATAN EKSTRAK MENGKUDU "

Post a Comment